Web Hosting

Selasa, 17 Maret 2009

HARGA DIRI BANGSA INDONESIA

Saya sangat kesal dan prihatin bila mendengar kabar tentang TKI Indonesia. Di Malaysia, TKI Indonesia dikejar-kejar, dipenjara, dilecehkan dan dipulangkan paksa. Kasus di Singapura, TKI Indonesia disiksa majikan hingga cacat. Jepang, Taiwan dan Hongkong, wanita Indonesia dijual sebagai pelacur. Apalagi di Arab Saudi, TKI Wanita disamakan dengan budak yang dipekerjakan tanpa bayaran, bisa dipakai sebagai pemuas seksual dan disiksa. Harga manusia Indonesia nampaknya lebih rendah dibanding harga diri manusia bangsa lain.
Sebaliknya, bangsa lain di Indonesia atau yang datang ke Indonesia mengalami perlakuan yang sangat ramah dan bebas. Coba kita lihat, orang India yang datang ke Indonesia sampai sukses jadi juragan sinetron, produser, sutradara dan sebagainya; Jepang, Taiwan, Hongkong sukses dengan pemasaran produk otomotif dan elektroniknya. Orang Malaysia sampai ada yang kawin dengan wanita Indonesia, jadi pengusaha dan banyak lagi. Apalagi orang-orang negro Afrika yang bebas keliaran di jalan Jaksa sampai jualan Narkoba segala. Orang Eropa dan Amerika banyak menempati posisi top level di perusahaan-perusahaan besar dan digandrungi cewe-cewe Indonesia. Belum kita dengar ada kasus orang Indonesia menyiksa bangsa lain bahkan Dinas Imigrasi memulangkan bangsa asing dengan sopan. Bangsa asing datang ke Indonesia dan sukses. Bangsa Indonesia di negara lain, tar dulu.
Masalahnya, SDM Indonesia yang mengalami kasus-kasus tidak menyenangkan tersebut adalah SDM dengan knowledge dan skill yang rendah. Berangkat dari kemiskinan dan kemiskinan adalah iblis yang menghancurkan harga diri dan harga manusia. Sejak zaman penjajahan dulu diwariskan sikap mental majikan yang bisa memperlakukan manusia miskin dengan semena-mena. Dan sikap mental orang miskin yang butuh harus nrimo apa adanya.
Indonesia ini perlu energi yang sangat besar untuk meningkatkan harga diri bangsa. Harga diri bangsa yang tinggi adalah bargaining power Indonesia di mata bangsa lain hingga mereka bisa melek dengan bangsa Indonesia.
Tool yang utama dan pertama adalah pendidikan. Pendidikan spritual (agama), pendidikan knowledge dan teknologi. Perlu adanya pergerakan mental positif lewat pendidikan bangsa Indonesia ini.
Pemerintah sebaiknya mengutamakan kepentingan rakyat banyak yaitu bangsa Indonesia ini lewat Penciptaan lapangan-lapangan kerja. Utamakan sektor yang dikelola rakyat banyak bukan yang dikelola oleh bangsa asing. Apalagi sampai menjual resources SDA ke asing dengan konsesi selamanya. Saat ini pemerintah kita sudah sangat luar biasa dengan memberikan madu ke investor asing dan melempar kotoran serta penyakit ke rakyat banyak (lihat Lapindo, Freeport, Dupont, Cepu, tambang Timah, dsb).
Beri kesempatan anak bangsa yang sangat potensial, cerdas, kreatif dan inovatif untuk menjadi creator dan developer ilmu pengetahuan dan teknologi. Bercerminlah kepada Cina, Korea, Taiwan bahkan India. Dorong untuk terciptanya produk Indonesia dan Teknologi Indonesia. Sudah saatnya kita untuk bergeser dari sebagai konsumen menjadi creator atau developer.
Saya sangat menghargai produk Indonesia. Teknologi Indonesia dan berusaha untuk memakai produk Indonesia di setiap item.
Saya merindukan kejayaan Indonesia di segala lini. Goo Indonesia....!

Tidak ada komentar: